Mensos Minta Sembako Dari Bahan Lokal
RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Diharapakan dengan telah di Launching program Sembako yang merupakan transformasi dari Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) dan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Untuk bahan-bahan sembako ini merupakan bahan yang lokal. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batu Bara saat diwawancarai awak media usai melaunching program sembako, Senin (2/3) bertempat di Balai Daerah Kabupaten BU.
“Ya kita dari Kementerian Sosial mengharapkan bahwa untuk bahan-bahan makanan untuk program sembako ini adalah bahan lokal. Apabila disuatu daerah tersebut memiliki potensi ikan maka dijual ikan, namun bila potensi daging ayam maka harus menjual daging ayam. Sehingga juga ada pergerakan ekonomi lokal. Jadi kita harapkan dengan adanya dari bahan-bahan dari lokal ini menjadi suatu peningkatan ekonomi bagi masyarakat lokal,” kata Mensos Juliari.
Juliari menyampaikan, bahwa untuk masyarakat Kabupaten BU harus rukun dan tidak boleh ada pertentangan-pertentangan yang menyulut konflik-konflik sosial. Pemkab BU harus berperan dalam hal ini agar konflik-konflik dalam bantuan sosial di Kabupaten BU tetap rukun dan tenang. Selain itu juga Pemkab BU juga harus mampu bekrjasama dengan Pendamping Desa agar program-program bansos dari Kemneterian dapat berjalan dengan baik.
“Dengan adanya hidup yang rukun otomatis ekonomi bisa bergerak dan ujung-ujungnya masyarakt bisa hidup lebih sejahterah,” terangnya.
Kemiskinan masih menjadi masalah global yang dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Setiap negara memiliki berbagai strategi guna menangani masalah kemiskinan. Beragam kebijakan dan program diluncurkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Julairi menuturkan, bahwa dengan adanya program bansos yang dicanangkan oleh Pak Presiden Jokowi ini angka kemiskinan di Indonesia menurun dimana sebelumnya 15,6 % dan tahun ini menurun menjadi 15,2%. Dengan begitu dari program dari Kemensos memiliki andil yang besar dalam penurunan angka kemiskinan.Program bantuan sosial tersebut yaitu melalui Program Sembako, Program Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) dan Sarana Prasarana Lingkungan (Sarling).
“Sekitar 400 ribu warga yang telah meningkat ekonominya. Jadi program bantuan sosial yang kita lakukan ini memiliki peran andil dalam menurunkan angka kemiskinan. Untuk targetnya tahun ini akan kita review diakhir tahun nanti,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati BU Ir H Mian dengan telah dilaunchingnya Program Sembako di kabupaten BU ini, dirinya selaku Pemkab BU sangat berterima kasih kepada pak Mensos dimana untuk program tersebut Kabupatem BU menjadi lokasi pertama dalam peluncuran program sembako yang diikuti juga dengan kenaikan indek bantuan yang diberikan dari Rp 150 menjadi Rp 200 ribu.
“Kita ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri dimana dalam peluncuran program sembako dan kenaikan nominalnya dilakukan di Kabupaten BU,” ucap Bupati Mian.
Bupati Mian juga menyampaikan, bahwa berkat intervensi dari pihak Kemnsos yang bantuan selama ini didapatkan, bahwa dalam kurun waktu 4 tahun belakang angka kemiskinan di Kabupaten BU menurun sebesar 3 digit, dari 14,98 % sekarang menjadi 11,6 %. Artinya dampak dari program bansos ini sangat berpengaruh. Selain itu dari 3.340 yang telah graduasi mandiri dari 19.433 penerima keluarga manfaat di Kabupaten BU. Hal ini satu bukti lagi yang menunjukan bahwa program Bansos dari pemerintah pusat melalui Kemensos ini sangat berpengaruh dalam menurunkan angka kemiskinan.
“Ya ditargetkan untuk penurunan angka kemiskinan di Kabupaten BU kita targetkan di akhir tahun 2021 nanti di angka satu digit. Namun untuk ditahun ini kita akan terus berkomitment akan menurun dari angka sebelumnya,” tukasnya.
Untuk diketahui selain dengan Launching Program Sembako, juga digelar pengukuhan Pengurus Karang Taruna Kabupaten BU, penyerahan kendaraan operasional untuk pemdamping PKH sebanyak 19 unit, Penyerahan Laptop ke TKSK, penyerahan piagam graduasi mandiri dan penyerahan kartu tani. Yang dihadiri langsung Bupati BU Ir, H Mian, Wakil Bupati BU Arie Septia Adinata SE MAP, Ketua DPRD BU Sonti Bakara SH, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Serta seluruh jajajaran Kepala SKPD dan FKPD Kabupaten BU.
Laporan : Redaksi

